Sunday, April 24, 2011

Pengumuman Pemenang LMP Hari Bumi




Assalamu’alaikum wr wb

Alhamdulillah, akhirnya saat yang dinantikan telah sampai pada waktunya. Sebuah niat sederhana pada awalnya untuk menggelar event kecil-kecilan, disambut dengan sangat antusias oleh teman-teman.

Sebelumnya, saya mengucapkan permohonan maaf dengan banyaknya email naskah untuk diikutsertakan di LMP Jelang Hari Bumi namun tidak saya masukkan diupdate final peserta LMP. Karena bagaimanapun, saya berusaha untuk menghargai para peserta yang telah mengirimkan karyanya tepat waktu.

Hadiah yang tidak seberapa dan sangat kecil nominalnya namun antusias para peserta yang luar biasa cukup menjadi bukti bagi kita semua, karena ternyata kita sebagai manusia masih mempunyai kepedulian dengan bumi kita. Sungguh terharu karena lebih dari 500 penyair telah rela menyumbangkan karyanya untuk diikut sertakan dalam lomba ini. Saya yakin ini adalah bentuk rasa ingin saling berbagi dengan kondisi bumi dan lingkungan kita hari ini yang tak lagi dihargai oleh manusia.

Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh peserta baik yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar, para penyebar info lomba ini, flp lampung(atas sumbangan buku antologi puisinya sebagai hadiah event ini), juga dewan juri yang sudah saya repotkan untuk memilih para nominator untuk menjadi calon kontributor di antologi puisi ini.


Mohon maaf atas segala yang tidak berkenan.
Salam

Tri Lego
___________________________________________________________


SESIRIH KAPUR LMP BUMI

Assalamualaikum wr. wb.

Bismillahirohmanirrohim.

Wow, Luar biasa!!! Ternyata peserta begitu antusias mengikuti LMP dalam rangka menyambut Hari Bumi. Ucapan terima kasih tak terhingga kepada penyair yang telah mengirimkan 509 sajak ke meja sidang dewan juri, meski dengan demikian juri mesti bekerja ekstra keras untuk memilih yang terbaik sesuai dengan indikator penilaian yang telah disepakati bersama.

Catatan alakadar ini bukan bermaksud menjustifikasi puisi yang satu lebih baik dari yang lainnya. Hanya dalam kegiatan lomba, juri diwajibkan memilih yang terbaik berdasarkan kriteria estetika yang ada dan indikator penilaian yang telah ditetapkan. Tentu saja ini sangat subyektif dan boleh jadi di tangan yang lain, penilaiannya akan berbeda.

Tak dapat dipungkiri, juri terpaksa mengeliminasi beberapa puisi yang sangat bagus hanya lantaran tidak sesuai dengan Kriteria yang telah disepakati. Untuk itu, jangan berkecil hati. Yang belum masuk dalam daftar bukan berarti puisinya tidak bagus. Sebab, baik atau tidaknya sebuah karya, erat kaitannya dengan unsur subyektifitas pembaca dalam menilainya.

Ada beberapa patokan yang dikemukakan para ahli bahwa karya yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut; karya tersebut bisa mengkristal, mempunyai sistem yang bulat berkaitan dengan keutuhan (unity), keseimbangan (balance), keselarasan (harmony), dan tekanan (right emphasys), mengungkapkan isi jiwa pengarang dengan baik, menafsirkan kehidupan dan mengungkapkan hakikat kehidupan, tidak bersifat menggurui, universal, tidak melodramatis yang berkesan diatur-atur, dan harus menunjukkan kebaruan, keindividualan, dan keaslian.

Baik atau tidak, indah atau tidaknya sebuah puisi berkait erat dengan selera pembaca. Hanya saja, secara umum keindahan sebuah puisi ditandai oleh beberapa hal, misalnya inovasi-inovasi dalam pengucapan, pemilihan teknik dan ketepatan ekspresinya, atau ekspresi yang dikandung dalam puisi itu sendiri yang banyak menggambarkan perasaan, pengalaman jiwa, ataupun tanggapan evaluatif penyair terhadap lingkungan di sekitarnya.

Jadi, ada benarnya perkataan Rifaterre bahwa puisi merupakan representasi dari realita kehidupan yang dipindahkan penyair ke dalam untaian kata indah. Juga, dapat diamini perkataan Watt-Dunton yang menyatakan bahwa puisi merupakan ekspresi yang konkret, yang bersifat artistik, yang lahir dari pikiran manusia dibalut dalam bahasa yang emotif.


Juri sangat salut dengan puisi yang terpilih. Penyair sangat selektif dalam memilih cara pengungkapan, selain itu dapat pula ditemui keliaran metaforik dan keberanian dalam mengeksplorasi tema hingga tidak terkesan kaku. Diksi yang dipilihpun menawarkan suguhan multitafsir, jauh dari sekedar tulisan spanduk yang bermakna tunggal dan terang benderang. Di samping ketepatan pemilihan kata, puisi yang baik itu selayaknya dapat membangkitkan imajinasi pembaca, juga bernilai asosiatif. Menurut Barfeld, kata-kata dalam puisi itu dipilih dan disusun sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan imajinasi estetik yang disebut diksi puitis.

Jadi, diksi dalam puisi dipilih dalam rangka untuk menyampaikan aspek-aspek keindahan yang bisa membangkitkan imajinasi pembacanya. Ketika membaca puisi, kata-kata yang indah (estetis) bisa membangkitkan imajinasi pembacanya.

Pembaca akan mengalami kekaguman dan keterpesonaan dan juga merasakan ada sesuatu pesan (makna) yang disampaikan puisi tersebut, yang membekas pada perasaan pembaca.

Diksi merupakan aspek yang penting dalam puisi, yang akan menimbulkan efek-efek pada struktur fisik puisi lainnya, misalnya bunyi, irama, imajinasi, dan permajasan. Keindahan puisi juga dipengaruhi penggunaan metafora. Metafora adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata bukan arti sesungguhnya, melainkan sebagai kiasan atau lukisan yang berdasarkan persamaan dan perbandingan.

Dan, pada akhirnya, tidaklah selalu puisi yang panjang menunjukkan kualitas yang lebih baik dari puisi yang pendek. Begitu juga sebaliknya, puisi pendek belum tentu lebih berkualitas dari puisi panjang. Banyak indikator untuk menilai baik atau tidaknya sebuah puisi.
Intinya, kaya yang digunakan selayaknya kaya makna simbolik, konotatif, asosiatif, dan sugestif.

Pengakhir kata, juri mengucapkan selamat kepada sajak terpilih dan kepada sajak yang belum terpilih, semoga di kesempatan lain akan mendapat tempat yang selayaknya. Terima kasih dan mohon maaf.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Dewan Juri
Yadhi Rusmiadi Jashar






Dan inilah PERINGKAT 150 TERBAIK BERDASARKAN PENILAIAN JURI

RANKING NO. PESERTA JUDUL PUISI TOTAL NILAI
1. 239 Kabar 2011 Untuk Naome 191
2. 431 Resiliensi 189
3. 477 Sajak Pohon Bakau 188
4. 492 Dongeng Tentang Batu 186
5. 336 Gedoran Global 185
6. 481 Sajadah Hijau 183
7. 201 Ruh Alam Mengembara Bersama Bisikan Daun 182
8. 111 Negeri Perjamuan Dadu 182
9. 85 Memaknai Tsunami 181
10. 343 Senggigi 181
11. 240 Sampah Tanjung Emas Di Kaki Seorang Wanita Pencari Kerang 180
12. 475 Sabda Bumi 180
13. 480 Cinta Di Rumah Musim 179
14. 430 Fenomena Hujan 179
15. 241 Madah Rob Pasar Johar 179
16. 72 Teater Hutan Jati 179
17. 393 Seamplop Surat Tanpa Perangko 178
18. 73 Rotasi Dalam Gelas 178
19. 204 Ladang Dan Kampung Kami 177
20. 86 Camplong, Memandangmu Aku Tergoda 176
21. 476 Melankolia Sekubik Pasir Kali 176
22. 84 Yang Hilang Di Rerimbun Hari 175
23. 432 Masihkah Tersisa Hijau 175
24. 482 Bala' 175
25. 366 Lagu Hujan 174
26. 26 Jeritan Alam Raya 173
27. 304 Perjalanan Embun 173
28. 22 Curahan Petani Mati 172
29. 281 Melukis Bumi 171
30. 34 Duka Tanah 171
31. 341 Tanah, Bumi, Dan Kami 171
32. 205 Jembatan Kayu Dan Tangisan Air Mata 170
33. 148 Dentuman Penjaga Langit 170
34. 61 Menangislah Para Penjarah Hutan! 169
35. 49 Suara Selembar Pita 168
36. 38 Berita Negeri Sampah 167
37. 109 Nyanyian Pohon 167
38. 39 Air (Yang Tak Lagi) Manis 167
39. 10 Bisikan Alam 166
40. 367 Kasidah Akar 166
41. 321 Satu Cinta Untuk Bumi 165
42. 334 Kemana Mereka Pergi? 164
43. 108 Obituari Kecil 163
44. 410 Suatu Isyarat 163
45. 18 Alam Itu Rizki 162
46. 25 Isyarat Cuaca 161
47. 32 Ladang Harta 161
48. 41 Lindung Bumi 161
49. 451 Aku-Tanah 160
50. 411 Ketika Bumi Mendikte Dua Belas Huruf 160
51. 146 Sepotong Puisi Langit Untuk Bumi 159
52. 152 Deli 158
53. 198 Bumi Terusik Aku 157
54. 348 Merindu Si Kunang 156
55. 202 Aksara Tanah Gersang 154
56. 81 Tebang Bumerang 154
57. 62 Hutan Tropis Yang Tuberculosis 153
58. 443 Telah Kita Bunuh Diri Sendiri 152
59. 199 Prasasti Bumi 152
60. 183 Tangisan Bumi 152
61. 371 Hujan Di Musim Kemarau 151
62. 394 Pasak Tiga 60, Hentikan 151
63. 438 Hilang 151
64. 163 Air Mata Yang Mengalir Di Ranahkoe 150
65. 30 Lindungi Bumi Kita 150
66. 1 Pulau Yang Tenggelam 149
67. 292 Topeng Hijau 149
68. 501 Nasib Rinjani 149
69. 116 Sajak Pemetik Daun Jati 149
70. 389 Laut Tak Hendak Pasang 148
71. 471 Aku Ingin 148
72. 388 Malapetaka Dari Keangkuhan 147
73. 360 Tafakur Di Liang Perih Bumi 146
74. 452 Tumbang Dan Meronta 146
75. 214 Nyanyian Berbiduk Di Pelataran 146
76. 149 Bumi, Maafkan Mereka Hari Ini! 145
77. 74 Rintih Retak Kulit Bumi 145
78. 141 Hujan Naik Ke Langit 144
79. 289 Senandung Dedaunan 144
80. 210 ( Semoga ) Bukan Pameo Beo 144
81. 474 Ia Begitu Setia 144
82. 469 Sajak Rindu Adam Untuk Hawa 142
83. 465 Serangga Cahaya 142
84. 133 Keping Asa Dalam Belenggu Kabut 141
85. 60 Dendangan Bumi 140
86. 425 Sendu Bumi Yang Diburu 139
87. 142 Horizon 138
88. 338 Jejak Mutiara 138
89. 420 Kunang – Kunang, Hadiah Dari Tuhan 138
90. 391 Jejak Setangkai Melati 138
91. 494 Sesal 138
92. 419 Curhat Bumi 2 137
93. 342 Sajak Bumi 137
94. 208 Dan..., Pucuk Cemara Itupun Menguning 137
95. 181 Kemana Panorama Indahku? 136
96. 99 Pukul Lima Lebih 135
97. 283 Sekerat Do’a Pohon Sudut Taman Di Ujung Usianya 135
98. 350 Prisma Pagi 135
99. 95 Kisah Malam-Malam 134
100. 71 Aku Sakit 134
101. 262 Bersama Wajah-Wajah Padi 133
102. 177 Bumi Durga 132
103. 203 Celoteh Bumi 132
104. 40 Gerimis : [Global Warming] 131
105. 29 Hutan Membujuk Pilu 130
106. 2 Awan Mendung 127
107. 31 Senandung Planet Biru 127
108. 9 Kitab Yang Tersembunyi di Hutan 126
109. 37 Barisan Hijau Di Ujung Tanduk 124
110. 504 Dan Mereka Pun Meranggas 122
111. 94 Mati Terdahulu 122
112. 143 Hijau Di Bahu Jalan 121
113. 33 Bumi Bicara 121
114. 35 Dahulu, Sekarang, dan Nanti 121
115. 144 Hasrat Itu Tertunda 121
116. 189 Negeri Padam 121
117. 51 Balas 120
118. 63 Anomali 120
119. 70 Sakit 120
120. 55 Rambut Hijau 119
121. 460 Di Kala Senja Bumi Menyapa 119
122. 490 Rinduku Di Tanah Itu 117
123. 473 Pekarangan Pelangiku 117
124. 483 Hikayat Bumiku 117
125. 213 Kiriman Tuhan Melebihi Pesanan? 116
126. 162 Air Menghampiri Meninggalkan Pergi 115
127. 150 Psikologi Kita Dan Bumi 114
128. 119 Karena Aku Ulat 114
129. 120 Bumi Tak Lagi Hijau 114
130. 17 Terhias Sampah 114
131. 12 Bumi, Zamin Kekuatan 113
132. 397 Neraka Masa Depan 113
133. 14 Ikan Ku Mati Dimakan Ilusi 112
134. 500 Bumi Pun Berduka 111
135. 211 Bumi Menjadi 110
136. 467 Tembang Sendu Darah Bumiku 110
137. 287 Layang Asa Sang Bumi 110
138. 15 Pohon Ku Rebah 110
139. 27 Ketika Alam Mulai Jenuh 109
140. 98 Pudaran Pelangi 108
141. 75 Rintihan Alam 106
142. 43 Lukisan Masa Depan 106
143. 16 Tak Seindah Cinta 104
144. 426 Kaca Dunia 104
145. 53 Aku Asli 103
146. 131 Sketsa Silam 103
147. 79 Tanya 102
148. 21 Kata Bumi Kepada Manusia 102
149. 472 Bumiku Bumimu … 102
150. 6 Terampas Sampah 101




NB:
-Pemenang

Selamat kepada Ganz Pecandu Kata, berhak mendapatkan pulsa senilai 50 ribu+paket buku kumpulan puisi +piagam elektronik.

Kepada Ganz Pecandu Kata Pemilik naskah (Kabar 2011 Untuk Naome) silahkan untuk mengirim inbox berisi : alamat dan nomor handphone
subject : PEMENANG LMP

-Kontributor
Untuk ke 150 pemilik naskah di atas, naskah akan saya bukukan, dengan kesepakatan kita diawal dengan biaya ditanggung bersama. Bagi yang sepakat maka silahkan langsung koment *ya* dipostingan ini. Sehingga saya bisa mengetahui berapa jumlah fix yang setuju untuk membukukan puisi ini menjadi buku antologi puisi.

Jika benar-benar dibukukan, maka royalti akan saya sumbangkan untuk komunitas pecinta alam yang memiliki dedikasi tinggi untuk alam.

Dan saya akan memberikan laporannya setiap 3 bulan sekali kepada para kontributor.

-Seluruh Peserta
Bagi seluruh peserta seperti yang saya janjikan akan mendapatkan piagam elektronik. Namun mohon maaf tidak saya tuliskan nama. Mohon kemaklumannya untuk menuliskan nama masing-masing di piagam tersebut. (Mengingat saya hanya sendiri, tanpa sponsor) maka piagam akan saya kirim via email ataupun dari tag di album foto.

Sekali lagi terima kasih atas semua perhatian rekan-rekan dan mohon maaf atas segala kekurangan.

Salam

Tri Lego

*bagi yang lupa nomor pesertanya, silahkan dilihat di :
http://legosangcreator.blogspot.com/2011/04/update-final-peserta-lmp-jelang-hari_16.

27 comments:

  1. Setuju dibukukan! Jadi patungan buat biaya produksinya berapa nih? *semangat Mode ON

    ReplyDelete
  2. setuju di bukukan... tar kita dapet buku antologinya juga. buat kenang-kenangan.
    masalah biaya kita patungan, berapa per orang. Siiiip. nanti pake nama asli aja untuk buku antologinya (ada di biodata). yang di FB bukan nama asli.

    ReplyDelete
  3. Tiara Citra Septiana >> setuju ...

    ReplyDelete
  4. Ya alhamdulillah akhirnya masuk juga Trims dewan Juri dan adik kita yang manis "salam"
    Moch. syahrial

    ReplyDelete
  5. ALHAMDULILLAH masuk..
    no 41 (Satu Cinta Untuk Bumi by Rinaldi A Thal) setuju untuk dibukukan.. mohon konfirmasikan biayanya. Terima kasih..

    ReplyDelete
  6. *ya* :D saya setuju jika puisinya dibukukan ... alhamdulillah ^^

    ReplyDelete
  7. Insya Allah Ya mbak..mohon konfirmasikan info selanjutnya :)

    Hekumie@rocketmail.com

    ReplyDelete
  8. Insya Allah Ya mbak... ^_^
    e_young26@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  9. mba masih belum di bagikan sertifikat nya?
    aryo.putra94@gmail.com

    ReplyDelete
  10. makasih mbk...^_^
    siapp mbakk
    zilza_ehm@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  11. Ditunggu infonya yah!
    diena_rifaah@yahoo.com

    ReplyDelete
  12. Iya dyah mau... Di tunggu infonya via email dyah_tl92@yahoo.com makasssssiiihhh :)

    ReplyDelete
  13. ya mbak...
    dukung bnget ^^
    konfirmasi lagi ntar y mbak gmna prosesnya ^^
    p.s: sunny Qu

    ReplyDelete
  14. said..
    insyaAllah,
    tapi gimana kalau coba ditawarkan ke penerbit, kebetulan punya kenalan.. hehe

    Yogi hypo Al-Catrazz

    ReplyDelete
  15. ya saya setuju,tlong untuk syartnya kirim ke email saya merseleighties@gmail.com

    ReplyDelete
  16. setuju.. kita buku kan aj, puisi aq diposisi 53

    ReplyDelete
  17. Mba, bagaimana dengan Pembukuan dari LMP Jelang Hari Bumi ????

    ReplyDelete